Pedro Acosta
Pedro Acosta mengakui kehilangan fokus menjadi penyebab dirinya terjatuh saat memimpin Sprint MotoGP Austria 2026. Pembalap KTM itu gagal finis setelah kehilangan titik pengereman di chicane Tikungan 2 ketika balapan menyisakan tiga lap.
Acosta sebenarnya sempat tertinggal di posisi keempat selepas start. Ia bangkit pada lap pertama, melewati Marc Marquez di Tikungan 3, lalu membangun keunggulan lebih dari dua detik atas para rival.
“Saya hanya memeriksa sisa lap di dashboard untuk melihat kondisi bahan bakar dan… ya, saya mengacaukannya. Saya kehilangan titik pengereman,” ujar Pedro Acosta.

Keunggulan Acosta mencapai lebih dari dua detik ketika dirinya memasuki fase akhir Sprint. Namun, konsentrasi pembalap KTM itu buyar saat mencoba melihat informasi pada dashboard sekaligus mengurangi risiko.
“Tiga lap tersisa, unggul tiga detik, lalu saya sedikit mengurangi kecepatan supaya tidak mengambil risiko. Saat itu saya juga sedikit kehilangan fokus,” ungkap Acosta.
Acosta tidak punya cukup ruang untuk menyelamatkan situasi setelah masuk Tikungan 2 terlalu cepat. Ia menyebut kecepatan saat mendekati chicane membuat dirinya sulit mengubah jalur atau memotong tikungan.
“Saya terlalu cepat sehingga sulit memotong tikungan. Kesalahan saya sebenarnya tidak terlalu besar dibandingkan kecepatan yang saya bawa,” terangnya.
Kejatuhan itu mengubah hasil Sprint yang sebelumnya berada dalam kendali Acosta. Jorge Martin kemudian finis pertama, sementara Marco Bezzecchi mengamankan posisi ketiga setelah Acosta tersingkir.

Acosta tidak menampik kesalahan itu menjadi pukulan bagi KTM di kandang sendiri. Meski begitu, ia memilih segera mengalihkan perhatian menuju Grand Prix Austria yang berlangsung Minggu.
Pembalap KTM tersebut kembali menempati posisi ketiga pada grid balapan utama. Acosta memastikan insiden Sprint tidak membuatnya mengubah pendekatan saat menghadapi lomba 28 lap.
“Tidak sama sekali. Saya tidak punya apa pun untuk hilang. Ini juga menjadi momen ketika saya menunjukkan kecepatan lebih baik bersama hasil yang lebih konsisten,” kata Acosta.
Kondisi balapan utama diperkirakan berbeda dibandingkan Sprint. Acosta menyebut pengelolaan ban serta konsumsi bahan bakar bakal berperan besar dalam menentukan strategi di Red Bull Ring.
1 thought on “Ini Alasan Pedro Acosta Jatuh di Sprint Race MotoGP Austria 2026”